Review Album : Alan Dawa Dolma [My Life]
02 January 2010
Artis : Alan Dawa Dolma Album : My Life Genre : J-Pop Produser : Kikuchi Kazuhito Label : Avex Trax Rilis : November 2009 Editor Rating (1 - 5) :  ____________________________________________ Alan Dawa Dolma merupakan penyanyi sekaligus pemain erhu asal Tibet. Meski akhirnya lebih banyak berkecimpung sebagai penyanyi-J-Pop, tak membuatnya kehilangan ciri aslinya. Bahkan berkat lengkingan dengan notasi dan style Tibet-nya membuat ia memiliki ciri tersendiri dibandingkan para pesaingnya di industri musik. Kini ia telah merilis album ke-2 nya yang berjudul My Life. Bila anda sering menyimak karya-karya Alan yang sebelum-sebelumnya, yakinlah pasti album ini cukup mengecewakan anda. Sebab dari 14 buah lagu yang ditampilkan, hanya sedikit sekali ciri Tibet khas Alan muncul. Atau secara keseluruhan unsur etnik (baik Jepang ataupun Tibet) tak lagi banyak terdengar seperti di album terdahulunya yang fenomenal, Voice of Earth. Tak ada lagi track slow pop yang indah dan berkarakter seperti Together yang dibumbui oleh instrumen shamisen atau track Longing Future yang menampilkan permainan solo erhu Alan. Kita juga tak dapat mendengar notasi campuran mandarin dan sedikit timur tengah seperti yang dapat kita simak di lagu yang menjadi soundtrack Red-Cliff, Shin-Sen. Kita juga nyaris tak bisa mendengar nuansa China dan Tibet yang dilebur ke dalam lagu pop sedahsyat Ashite e no Sanka yang bahkan sampai membuat gitaris metal Marty Friedman tertarik untuk memainkan versi instrumental gitarnya di album terakhirnya Tokyo Jukebox. Entah mengapa penyanyi yang justru memiliki karakter sangat kuat dan istimewa seperti ini tidak diperkuat unsur etniknya. Karakter Alan yang semakin lemah di album ini justru akan membuatnya tampak sama seperti penyanyi-penyanyi J-Pop lainnya seperti Ayumi Hamasaki dan Utada Hikaru atau penyanyi Korea seperti BoA. Namun hal tersebut bukan berarti menggambarkan bahwa lagu-lagunya tidak enak untuk didengar. Sejumlah hits seperti Swear tetap mampu menjadi daya tarik album ini. Untuk yang merindukan lagu yang 'Alan banget', akan cukup terpuaskan oleh single, Kuon No Kawa, yang menurut Wikipedia berhasil menjadi single terlaris Alan. Single tersebut juga merupakan soundtrack untuk film Red Cliff II yang akhirnya menjadi film terlaris di China daratan dan mampu melampaui rekor film terlaris di wilayah itu yang sebelumnya dipegang oleh Titanic selama 10 tahun. Lagu-lagu lainnya seperti Nobody Knows But Me, One, Lost Child, Namonaki Koi no Uta, Namida, dan Butterflies, tampak lebih menonjolkan sisi pop Alan. Sisi positif yang ditampilkan di album ini adalah semakin banyaknya variasi lagu-lagu yang up-beat, dimana jenis lagu seperti ini tak banyak bisa kita temukan di album terdahulu. Mungkinkah album ini memang dikonsep sebagai produk pembuktian Alan sebagai penyanyi yang juga bisa bernyanyi dengan beat modern pop rnb? Silakan didengar sendiri. DVD Album ini juga dirilis dalam bentuk pake CD + DVD, dimana pada keping DVD nya menampilkan video klip My Life, Swear, dan sebagainya. Selain itu DVD ini menyelipkan klip versi akustik live Longing Future yang mengambil gambar di dalam studio. ____________________________________________ Daftar Lagu : 1. Reflection ~overture~ 2. Swear 3. One 4. Mitsumeteitai 5. Namida (Smooth Jam Mix) 6. Lost Child 7. Butterflies 8. Essence of me 9. Call my name 10. Shiroi Tsubasa 11. Nobody knows but me 12. BALLAD ~Namonaki Koi no Uta~ 13. Kuon no Kawa 14. My Life ____________________________________________ (/diaz)
|